
Survei Budaya Karyawan
Budaya kerja yang kuat tidak terjadi secara kebetulan—ia dibangun melalui umpan balik, kepercayaan, dan keselarasan yang berkelanjutan. Survei budaya karyawan membantu mengungkap bagaimana karyawan sebenarnya merasa tentang nilai-nilai, kepemimpinan, dan lingkungan kerja.
Kami akan menjelaskan konsep-konsep kunci, contoh pertanyaan, dan praktik terbaik dalam merancang survei yang dapat membawa perubahan budaya yang nyata.
Apa itu survei budaya karyawan?
Survei budaya karyawan adalah kuesioner terstruktur yang digunakan oleh organisasi untuk menilai bagaimana karyawan memandang nilai-nilai, perilaku, dan lingkungan kerja di tempat kerja mereka.
Survei ini membantu mengevaluasi sejauh mana budaya perusahaan selaras dengan pengalaman dan harapan karyawan, serta mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
Mengapa survei budaya karyawan penting?
Survei budaya karyawan memberikan wawasan tentang bagaimana karyawan merasa tentang lingkungan kerja, kepemimpinan, komunikasi, inklusi, dan nilai-nilai. Hasil survei ini membantu organisasi:
- Meningkatkan keterlibatan dan kepuasan karyawan
- Perkuat keselarasan antara budaya dan tujuan bisnis.
- Identifikasi celah dalam kepemimpinan dan dinamika tim
- Mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif dan kolaboratif.
Apa saja pertanyaan umum dalam survei karyawan tentang budaya perusahaan?
Beberapa pertanyaan survei karyawan yang umum digunakan tentang budaya meliputi:
- “Apakah Anda merasa sejalan dengan nilai-nilai perusahaan kami?”
- “Bagaimana Anda mendeskripsikan lingkungan kerja di sini?”
- “Apakah komunikasi terbuka didorong dan didukung?”
- “Apakah Anda merasa termasuk dan dihargai di tempat kerja?”
- “Seberapa baik para pemimpin Anda mencerminkan budaya perusahaan?”
Pertanyaan survei budaya karyawan ini mengukur kejelasan, konsistensi, dan perasaan karyawan.
Apa saja yang harus termasuk dalam survei karyawan budaya?
Survei budaya perusahaan yang kuat harus mencakup topik-topik seperti:
- Kepercayaan terhadap kepemimpinan
- Kejelasan nilai-nilai organisasi
- Inklusi dan keragaman
- Kerja sama antar rekan dan semangat tim
- Pengakuan dan pertanggungjawaban
Setiap bagian harus terdiri dari campuran pertanyaan skala penilaian dan pertanyaan terbuka untuk menangkap baik kedalaman maupun wawasan yang dapat diukur.
Apa yang membedakan kuesioner survei budaya keselamatan karyawan?
Kuesioner survei budaya keselamatan karyawan berfokus secara khusus pada cara karyawan memandang praktik keselamatan, komunikasi, dan pertanggungjawaban di tempat kerja. Kuesioner ini biasanya mencakup pertanyaan-pertanyaan seperti:
- “Apakah Anda merasa aman untuk melaporkan masalah keamanan?”
- “Apakah kebijakan keselamatan telah dikomunikasikan dengan jelas dan diterapkan dengan tegas?”
- “Apakah para pemimpin memprioritaskan keselamatan karyawan?”
Survei karyawan tentang budaya ini menekankan pada sikap dan perilaku yang berkaitan dengan keselamatan.
Bagaimana cara merancang pertanyaan survei budaya karyawan yang efektif?
Saat merancang pertanyaan survei budaya karyawan, pastikan untuk:
- Gunakan bahasa yang jelas dan netral.
- Menjelaskan nilai-nilai inti, komunikasi, kepemimpinan, dan kepercayaan.
- Sertakan baik pertanyaan kuantitatif (berbasis skala) maupun pertanyaan kualitatif (terbuka).
- Sesuaikan pertanyaan agar mencerminkan misi organisasi Anda dan tantangan yang sedang dihadapi saat ini.
- Pastikan anonimitas untuk mendorong umpan balik yang jujur.

Survei denyut nadi karyawan:
Ini adalah survei singkat yang dapat dikirim secara berkala untuk mengetahui pendapat karyawan Anda tentang suatu masalah dengan cepat. Survei ini terdiri dari lebih sedikit pertanyaan (tidak lebih dari 10) untuk mendapatkan informasi dengan cepat. Survei ini dapat diberikan secara berkala (bulanan/mingguan/triwulanan).

Pertemuan empat mata:
Mengadakan pertemuan berkala selama satu jam untuk mengobrol secara informal dengan setiap anggota tim adalah cara terbaik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Karena ini adalah percakapan yang aman dan pribadi, ini membantu Anda mendapatkan detail yang lebih baik tentang suatu masalah.

eNPS:
eNPS (skor Net Promoter karyawan) adalah salah satu cara yang paling sederhana namun efektif untuk menilai pendapat karyawan tentang perusahaan Anda. Ini mencakup satu pertanyaan menarik yang mengukur loyalitas. Contoh pertanyaan eNPS antara lain: Seberapa besar kemungkinan Anda akan merekomendasikan perusahaan kami kepada orang lain? Karyawan menjawab survei eNPS dengan skala 1-10, di mana 10 menunjukkan bahwa mereka 'sangat mungkin' merekomendasikan perusahaan dan 1 menunjukkan bahwa mereka 'sangat tidak mungkin' merekomendasikannya.
Berdasarkan jawaban yang diberikan, karyawan dapat ditempatkan dalam tiga kategori yang berbeda:

- Promotor
Karyawan yang memberikan tanggapan positif atau setuju. - Pengkritik
Karyawan yang bereaksi negatif atau tidak setuju. - Pasif
Karyawan yang bersikap netral dalam memberikan tanggapan.
Apa saja manfaat dari melakukan survei budaya karyawan?
Melakukan survei budaya karyawan membantu organisasi:
- Mengidentifikasi kesenjangan antara budaya yang dinyatakan dan budaya yang dipraktikkan.
- Identifikasi area-area di mana perubahan diperlukan.
- Dukung inklusi dan keamanan psikologis
- Bentuk strategi sumber daya manusia berdasarkan wawasan yang nyata.
- Perubahan budaya acuan seiring berjalannya waktu
Seberapa sering sebaiknya Anda melakukan survei karyawan tentang budaya perusahaan?
Sebagian besar organisasi melakukan survei budaya karyawan secara tahunan atau setengah tahunan. Namun, melakukan survei budaya singkat setiap kuartal dapat membantu memantau perubahan budaya secara lebih teratur dan menjaga percakapan tetap berlangsung.
