✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️
✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️

Daftar sekarang

Webinar Langsung: Rahasia Membangun Roda Gila Pertumbuhan B2B2C yang Sukses
Simpan tempat Anda sekarang
Istilah Daftar Istilah
Daftar Istilah Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manfaat Karyawan
Daftar isi

Budaya Suku

Budaya klan adalah budaya organisasi yang mirip dengan keluarga, yang mengutamakan kolaborasi, kerja tim, dan rasa kebersamaan yang kuat. Budaya ini ditandai dengan loyalitas karyawan yang tinggi, kepercayaan, dan komunikasi yang terbuka, dengan para pemimpin bertindak sebagai mentor rather than otoritas yang ketat.  

Lingkungan ini menekankan pada tujuan bersama, pengembangan karyawan, dan fleksibilitas, yang sering ditemukan di perusahaan kecil, meskipun perusahaan besar juga dapat memiliki subbudaya yang mirip dengan klan. 

Apa itu budaya klan?

Budaya klan adalah jenis budaya organisasi yang ditandai dengan lingkungan kerja yang mirip keluarga, di mana kolaborasi, kerja tim, dan nilai-nilai bersama ditekankan. Budaya ini mendorong rasa kebersamaan, keterlibatan karyawan, dan kepercayaan mutual di antara anggota tim.

Perusahaan dengan budaya klan memprioritaskan kesejahteraan karyawan, komunikasi terbuka, dan gaya kepemimpinan yang mendukung.

Apa saja ciri-ciri budaya klan?

Ciri-ciri utama budaya klan:

  1. Ikatan kepemimpinan yang kuat: Pemimpin bertindak sebagai mentor, membimbing karyawan dalam pertumbuhan profesional mereka.
  1. Moril karyawan yang tinggi:Karyawan merasa dihargai, yang mengarah pada tingkat keterlibatan dan retensi yang lebih tinggi.
  1. Penekanan pada kerja sama tim: Kerja sama diutamakan daripada persaingan individu.
  1. Lingkungan kerja yang fleksibel:Mendorong kemampuan beradaptasi, kepercayaan, dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
  1. Komitmen terhadap nilai-nilai bersama:Nilai-nilai organisasi selaras dengan keyakinan dan harapan karyawan.

Bagaimana budaya klan diterapkan?

Budaya klan dapat diterapkan dengan berbagai cara, seperti:

  1. Keterlibatan karyawan: Membangun rasa kebersamaan yang kuat, meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja.
  1. Kerja sama tim: Mendorong kerja sama dan tujuan bersama melalui komunikasi yang terbuka dan transparan.
  1. Fleksibilitas di tempat kerja: Membangun lingkungan yang mendukung yang memprioritaskan kesejahteraan karyawan dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
  1. Perkembangan kepemimpinan: Mendorong bimbingan dan pertumbuhan dengan membangun hubungan yang erat dan berbasis kepercayaan.
  1. Pendekatan berorientasi pelanggan: Meningkatkan loyalitas pelanggan melalui mindset organisasi yang peduli dan mengutamakan manusia.
  1. Penyelesaian konflik: Mendorong dialog terbuka dan umpan balik konstruktif untuk menyelesaikan masalah secara positif.

Apa saja manfaat dari budaya klan?

Berikut adalah manfaat dari budaya klan:

  • Keterlibatan karyawan: Meningkatkan rasa kebersamaan dan motivasi melalui rasa kebersamaan yang kuat.
  • Komunikasi yang ditingkatkan: Mendorong dialog yang terbuka, transparan, dan kerja sama tim.
  • Moril yang lebih tinggi: Budaya yang mendukung meningkatkan kepuasan kerja dan sikap positif.
  • Inovasi dan kreativitas: Lingkungan yang aman untuk berbagi ide dan mengambil risiko.
  • Perkembangan karyawan: Mendorong pembimbingan dan pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan.
  • Kohesi tim yang lebih kuat: Membangun kepercayaan dan kolaborasi menuju tujuan bersama.
  • Kemampuan beradaptasi: Tim yang solid merespons dengan cepat terhadap perubahan dan tantangan.
  • Retensi karyawan: Budaya yang mendukung meningkatkan loyalitas dan mengurangi tingkat turnover.
  • Peningkatan pengambilan keputusan: Masukan yang inklusif menghasilkan pilihan yang lebih baik dan lebih seimbang.
  • Ketahanan organisasi: Kesatuan tim memperkuat respons terhadap kesulitan.
  • Produktivitas yang lebih tinggi: Karyawan yang terlibat dan dihargai bekerja dengan performa terbaik mereka.
  • Penyelesaian konflik: Komunikasi terbuka membantu mengatasi masalah secara konstruktif.
  • Keselarasan budaya: Nilai-nilai bersama mempersatukan karyawan di sekitar tujuan bersama.
  • Kesejahteraan karyawan: Lingkungan yang empati mendukung keseimbangan dan kesehatan.
  • Perkembangan kepemimpinan: Pembimbingan membantu membentuk pemimpin masa depan yang kuat.
  • Pendekatan berorientasi pelanggan: Karyawan yang terlibat secara aktif memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Apa fokus utama dari budaya klan?

Fokus utama budaya klan adalah menciptakan lingkungan kerja yang erat dan harmonis seperti keluarga, yang mengutamakan hubungan yang kuat, kolaborasi, dan dukungan mutual. Budaya ini menekankan kesejahteraan karyawan, komunikasi terbuka, dan nilai-nilai bersama, yang memupuk loyalitas, kepercayaan, dan rasa memiliki di antara anggota tim.  

Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang positif dan berorientasi pada manusia, di mana setiap orang merasa dihargai dan terhubung dengan misi organisasi.

Apa saja kelebihan dari budaya klan?

Keuntungan dari budaya klan:

  1. Kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas: Budaya klan mendorong keterbukaan dan umpan balik, memungkinkan organisasi untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan tantangan baru.
  1. Komunikasi terbuka: Karyawan di semua tingkatan merasa nyaman untuk berbagi ide dan pendapat, sehingga mendorong inklusi dalam pengambilan keputusan.
  1. Keterlibatan dan retensi yang tinggi: Ketika karyawan merasa dihargai dan didukung, mereka menjadi lebih termotivasi, puas, dan cenderung tetap bekerja di perusahaan dalam jangka panjang.

Survei denyut nadi karyawan:

Ini adalah survei singkat yang dapat dikirim secara berkala untuk mengetahui pendapat karyawan Anda tentang suatu masalah dengan cepat. Survei ini terdiri dari lebih sedikit pertanyaan (tidak lebih dari 10) untuk mendapatkan informasi dengan cepat. Survei ini dapat diberikan secara berkala (bulanan/mingguan/triwulanan).

Pertemuan empat mata:

Mengadakan pertemuan berkala selama satu jam untuk mengobrol secara informal dengan setiap anggota tim adalah cara terbaik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Karena ini adalah percakapan yang aman dan pribadi, ini membantu Anda mendapatkan detail yang lebih baik tentang suatu masalah.

eNPS:

eNPS (skor Net Promoter karyawan) adalah salah satu cara yang paling sederhana namun efektif untuk menilai pendapat karyawan tentang perusahaan Anda. Ini mencakup satu pertanyaan menarik yang mengukur loyalitas. Contoh pertanyaan eNPS antara lain: Seberapa besar kemungkinan Anda akan merekomendasikan perusahaan kami kepada orang lain? Karyawan menjawab survei eNPS dengan skala 1-10, di mana 10 menunjukkan bahwa mereka 'sangat mungkin' merekomendasikan perusahaan dan 1 menunjukkan bahwa mereka 'sangat tidak mungkin' merekomendasikannya.

Berdasarkan jawaban yang diberikan, karyawan dapat ditempatkan dalam tiga kategori yang berbeda:

  • Promotor
    Karyawan yang memberikan tanggapan positif atau setuju.
  • Pengkritik
    Karyawan yang bereaksi negatif atau tidak setuju.
  • Pasif
    Karyawan yang bersikap netral dalam memberikan tanggapan.

Apa saja kelemahan dari budaya klan?

Kekurangan budaya klan:

  1. Sulit untuk diperluas: Seiring dengan pertumbuhan organisasi, mempertahankan lingkungan yang erat dan hangat seperti keluarga menjadi semakin sulit.
  1. Pengurangan risiko: Penekanan pada harmoni dan kesatuan dapat menghambat karyawan untuk mengambil risiko yang berani atau menantang ide-ide yang sudah ada.
  1. Kolaborasi berlebihan: Kerja tim yang berlebihan dan diskusi kelompok dapat memperlambat pengambilan keputusan dan mengurangi produktivitas secara keseluruhan.

Bagaimana cara menciptakan budaya klan?

Untuk menciptakan budaya klan, organisasi harus memprioritaskan kolaborasi, komunikasi yang transparan, dan kesejahteraan karyawan. Mendorong kerja tim, bimbingan, dan nilai-nilai bersama akan membangun kepercayaan dan kesatuan di antara karyawan.  

Mengakui kontribusi dan menjaga dialog terbuka membantu memperkuat hubungan, menciptakan lingkungan yang mendukung dan berorientasi pada manusia.

Apa saja 4 jenis budaya?

Empat jenis budaya organisasi adalah:

  1. Budaya klan: Berfokus pada kolaborasi, kerja sama tim, dan hubungan karyawan yang kuat, menciptakan lingkungan yang mirip dengan keluarga.
  1. Budaya adhocracy: Mendorong inovasi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi untuk merespons dengan cepat perubahan lingkungan.
  1. Budaya pasar: Didorong oleh hasil, persaingan, dan pencapaian, dengan memprioritaskan kinerja dan kesuksesan.
  1. Budaya hierarki: Menekankan struktur, stabilitas, dan efisiensi melalui aturan, peran, dan prosedur yang jelas.

Bagaimana cara menciptakan budaya klan yang inklusif?  

Begini cara menciptakan budaya klan yang inklusif:

  1. Berikan contoh yang baik: Tunjukkan inklusivitas, transparansi, dan nilai-nilai bersama untuk menginspirasi orang lain.
  1. Dorong komunikasi terbuka: Ajaklah dialog yang jujur, mendengarkan secara aktif, dan memberikan umpan balik di semua tingkatan.
  1. Mendorong kolaborasi: Ciptakan peluang untuk kerja tim dan kerja sama lintas fungsi.
  1. Mengenali dan merayakan prestasi: Mengakui keberhasilan untuk memotivasi dan memperkuat semangat tim.
  1. Buat kebijakan inklusif: Pastikan keragaman, kesetaraan, dan kesempatan yang adil bagi semua karyawan.
  1. Memfasilitasi hubungan sosial: Selenggarakan kegiatan pembentukan tim untuk membangun kebersamaan dan kesatuan.
  1. Dorong kemandirian dan pemberdayaan: Berikan kebebasan pengambilan keputusan kepada karyawan untuk membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab.
  1. Mendorong keamanan psikologis: Ciptakan lingkungan di mana ide-ide dan risiko diterima tanpa rasa takut.
  1. Investasikan dalam pengembangan karyawan: Berikan kesempatan belajar, bimbingan, dan peluang pertumbuhan untuk meningkatkan potensi mereka.

Apakah budaya klan dapat diterapkan di perusahaan besar atau lebih cocok untuk startup?

Budaya klan berkembang pesat berkat kolaborasi, kepercayaan, dan kebersamaan, menjadikannya ideal untuk startup dan usaha kecil di mana hubungan yang erat dan fleksibilitas merupakan hal yang alami. Di organisasi yang lebih besar, mempertahankan budaya ini menantang namun mungkin dilakukan melalui upaya yang terencana, seperti membentuk tim-tim kecil yang terhubung, mendorong komunikasi terbuka, dan menonjolkan nilai-nilai bersama.  

Perusahaan seperti Southwest Airlines menunjukkan bahwa dengan fokus pada kesejahteraan dan pemberdayaan karyawan, budaya klan dapat berhasil diterapkan secara luas di perusahaan besar.

Pelajari bagaimana Empuls dapat membantu organisasi Anda

Bergabunglah dengan lebih dari 5.000 bisnis yang sudah berkembang bersama Xoxoday.

Libatkan, berikan penghargaan, dan pertahankan orang-orang terbaik Anda.
Jadwalkan demo