✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️
✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️

Daftar sekarang

Webinar Langsung: Rahasia Membangun Roda Gila Pertumbuhan B2B2C yang Sukses
Simpan tempat Anda sekarang
Istilah Daftar Istilah
Daftar Istilah Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manfaat Karyawan
Daftar isi

Komisi Asuransi

Komisi asuransi adalah jumlah uang tertentu atau persentase dari premi yang dibayarkan kepada agen atau broker asuransi sebagai imbalan atas penjualan polis asuransi. Komisi ini berfungsi sebagai kompensasi atas kerja mereka dalam mencari klien, menjelaskan rincian polis, membantu dalam pembelian polis, dan seringkali memberikan dukungan pasca penjualan.

Apa itu komisi asuransi?

Komisi asuransi adalah biaya yang dibayarkan kepada broker atau agen atas penjualan polis asuransi. Komisi ini sejalan dengan layanan yang diberikan oleh agen asuransi.

Agen asuransi bekerja keras untuk mendapatkan komisi asuransi guna mencapai target mereka dan meningkatkan produktivitas.

Apa saja kesalahan umum dalam komisi asuransi?

Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari saat menghitung komisi asuransi.

  • Pemberitaan yang menyesatkan tentang taktik penjualan curang
  • Dokumentasi kebijakan yang tidak akurat
  • Kegagalan dalam mengungkapkan konflik kepentingan
  • Praktik penjualan yang tidak berkelanjutan
  • Mengabaikan kepatuhan terhadap peraturan
  • Pelaporan kebijakan yang terlambat
  • Penyaluran komisi yang tidak tepat
  • Kegagalan dalam melacak perpanjangan
  • Tidak memahami struktur komisi
  • Mengabaikan kebutuhan klien
  • Tidak mengikuti perubahan peraturan  

Mengapa komisi asuransi penting?

Komisi asuransi penting karena alasan-alasan berikut.

  • Kompensasi untuk perantara
  • Insentif penjualan
  • Motivasi saluran distribusi
  • Penerimaan pendapatan
  • Manajemen risiko
  • Pilihan konsumen
  • Pertumbuhan industri
  • Penyelarasan kepentingan
  • Pendidikan Konsumen
  • Kepatuhan terhadap peraturan
  • Kontribusi ekonomi

Siapa yang berhak menerima komisi asuransi?

Agen asuransi atau broker yang berlisensi dapat menerima komisi asuransi atas penjualan polis atas nama perusahaan asuransi.

Bagaimana cara kerja komisi asuransi?

Komisi asuransi adalah pembayaran yang diberikan kepada agen berdasarkan persentase dari premi setiap polis yang mereka jual. Mereka dapat menerima komisi di muka untuk polis baru dan komisi perpanjangan untuk polis yang diperpanjang setiap tahun. Struktur komisi bervariasi tergantung pada perusahaan asuransi, jenis polis, dan perjanjian agen.

Bagaimana cara menghitung komisi asuransi?

Komisi asuransi biasanya dihitung sebagai persentase dari premi yang dibayarkan oleh pemegang polis. Tingkat komisi bervariasi tergantung pada jenis asuransi, syarat polis, dan perjanjian dengan perusahaan asuransi.  

Misalnya, seorang agen asuransi jiwa mungkin mendapatkan 40–100% dari premi tahun pertama, sementara komisi untuk perpanjangan biasanya lebih rendah, sekitar 2–10%.

Berikut adalah beberapa metode umum yang digunakan untuk menghitung komisi asuransi:

  • Persentase premi: Iniadalah salah satu metode paling umum untuk menghitung komisi asuransi. Agen atau broker menerima persentase dari premi yang dibayarkan oleh pemegang polis. Tingkat komisi dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti jenis asuransi, jangka waktu polis, dan apakah polis tersebut baru atau perpanjangan.
  • Biaya tetap atau komisi tetap: Dalam beberapa kasus, profesional asuransi menerima jumlah komisi tetap untuk setiap polis yang mereka jual atau layani. Metode ini sering digunakan untuk produk asuransi sederhana atau standar dengan premi yang konsisten.
  • Komisi berdasarkan keuntungan: Beberapakomisi asuransi terkait dengan keuntungan dari polis yang dibawa oleh agen atau broker. Jika polis yang mereka jual menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi bagi perusahaan asuransi (misalnya, karena klaim yang rendah), mereka mungkin menerima komisi yang lebih tinggi sebagai insentif.
  • Bonus komisi:Perusahaan asuransi dapat menawarkan bonus komisi kepada agen atau broker yang mencapai target penjualan tertentu atau mencatat kinerja luar biasa. Bonus-bonus ini biasanya diberikan di atas komisi reguler.
  • Komisi kontingen: Komisi ini jugadikenal sebagai komisi pembagian keuntungan, yang merupakan komisi tambahan yang dibayarkan kepada agen atau broker berdasarkan keuntungan keseluruhan dari portofolio bisnis mereka dengan perusahaan asuransi. Semakin baik kinerja portofolio, semakin tinggi komisi kontingen yang diterima.
  • Komisi override: Dalamkasus di mana terdapat beberapa tingkatan distribusi di dalam perusahaan asuransi (misalnya, agen umum dan sub-agen), komisi override dapat dibayarkan kepada agen atau broker tingkat atas berdasarkan komisi yang diperoleh oleh agen atau sub-agen di bawah mereka.
  • Komisi perpanjangan: Untukpolis yang diperpanjang, profesional asuransi dapat menerima komisi berdasarkan premi perpanjangan. Komisi perpanjangan merupakan cara untuk menghargai agen atas upaya mereka dalam mempertahankan hubungan dengan klien dan memastikan retensi polis.
  • Pengembalian Komisi: Jika polis dibatalkan segera setelah diterbitkan atau jika pemegang polis gagal membayar premi, perusahaan asuransi dapat "mengembalikan" sebagian komisi yang sebelumnya dibayarkan kepada agen. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan komisi untuk polis yang tidak tetap berlaku.

Survei denyut nadi karyawan:

Ini adalah survei singkat yang dapat dikirim secara berkala untuk mengetahui pendapat karyawan Anda tentang suatu masalah dengan cepat. Survei ini terdiri dari lebih sedikit pertanyaan (tidak lebih dari 10) untuk mendapatkan informasi dengan cepat. Survei ini dapat diberikan secara berkala (bulanan/mingguan/triwulanan).

Pertemuan empat mata:

Mengadakan pertemuan berkala selama satu jam untuk mengobrol secara informal dengan setiap anggota tim adalah cara terbaik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Karena ini adalah percakapan yang aman dan pribadi, ini membantu Anda mendapatkan detail yang lebih baik tentang suatu masalah.

eNPS:

eNPS (skor Net Promoter karyawan) adalah salah satu cara yang paling sederhana namun efektif untuk menilai pendapat karyawan tentang perusahaan Anda. Ini mencakup satu pertanyaan menarik yang mengukur loyalitas. Contoh pertanyaan eNPS antara lain: Seberapa besar kemungkinan Anda akan merekomendasikan perusahaan kami kepada orang lain? Karyawan menjawab survei eNPS dengan skala 1-10, di mana 10 menunjukkan bahwa mereka 'sangat mungkin' merekomendasikan perusahaan dan 1 menunjukkan bahwa mereka 'sangat tidak mungkin' merekomendasikannya.

Berdasarkan jawaban yang diberikan, karyawan dapat ditempatkan dalam tiga kategori yang berbeda:

  • Promotor
    Karyawan yang memberikan tanggapan positif atau setuju.
  • Pengkritik
    Karyawan yang bereaksi negatif atau tidak setuju.
  • Pasif
    Karyawan yang bersikap netral dalam memberikan tanggapan.
Pelajari bagaimana Empuls dapat membantu organisasi Anda

Bergabunglah dengan lebih dari 5.000 bisnis yang sudah berkembang bersama Xoxoday.

Libatkan, berikan penghargaan, dan pertahankan orang-orang terbaik Anda.
Jadwalkan demo