✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️
✨ Jangan sampai ketinggalan! Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Webinar Apresiasi Karyawan yang dijadwalkan pada tanggal 29 Februari.🎖️

Daftar sekarang

Webinar Langsung: Rahasia Membangun Roda Gila Pertumbuhan B2B2C yang Sukses
Simpan tempat Anda sekarang
Istilah Daftar Istilah
Daftar Istilah Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manfaat Karyawan
Daftar isi

Perjanjian Komisi Penjualan

Perjanjian komisi penjualan adalah dokumen penting yang mengatur syarat dan ketentuan mengenai cara perwakilan penjualan, agen, atau kontraktor independen dibayar atas penjualan yang mereka hasilkan. Perjanjian ini berfungsi sebagai kontrak mengikat yang mendefinisikan struktur komisi, syarat pembayaran, dan tanggung jawab kedua belah pihak, memastikan kejelasan dan pemahaman bersama.

Apa itu perjanjian komisi penjualan?

Perjanjian komisi penjualan adalah perjanjian resmi antara pemberi kerja dan perwakilan penjualan atau agen, yang mengatur ketentuan kompensasi atas penjualan yang dilakukan.  

Perjanjian ini menjelaskan cara perhitungan pembayaran komisi, tingkat komisi, dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan komisi.  

Ini berfungsi sebagai panduan yang jelas bagi perwakilan penjualan, baik yang berstatus karyawan maupun kontraktor independen, untuk memastikan mereka memahami syarat dan ketentuan kompensasi mereka.

Apakah seorang pemberi kerja dapat membatalkan perjanjian komisi penjualan?

Seorang pemberi kerja tidak dapat secara sewenang-wenang membatalkan perjanjian komisi penjualan tanpa konsekuensi hukum yang mungkin timbul.  

Perjanjian-perjanjian ini adalah kontrak yang mengikat secara hukum yang menjelaskan cara komisi diperoleh dan dibayarkan.  

Namun, perubahan atau penghentian dapat terjadi jika diizinkan oleh ketentuan perjanjian penjualan dan komisi atau atas kesepakatan bersama.  

Pemberi kerja wajib memastikan bahwa setiap perubahan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan dan tercatat dengan jelas dalam format perjanjian komisi penjualan.

Apa saja praktik terbaik dalam kebijakan komisi penjualan?

Pedoman terbaik untuk kebijakan komisi penjualan:

  • Tentukan struktur komisi: Tentukan dengan jelas tingkat komisi, metode perhitungan, dan kriteria untuk komisi yang diperoleh guna menghindari kebingungan dan sengketa.
  • Selaras dengan tujuan perusahaan: Pastikan kebijakan komisi memotivasi tim penjualan untuk mencapai target yang secara langsung mendukung tujuan bisnis perusahaan Anda.
  • Jaga transparansi: Sampaikan ketentuan Perjanjian Komisi Penjualan secara jelas kepada semua perwakilan penjualan, untuk membangun kepercayaan dan mengurangi kesalahpahaman. ‍
  • Peninjauan dan pembaruan rutin: Lakukan pembaruan rutin terhadap kebijakan komisi untuk mencerminkan perubahan dalam strategi bisnis atau kondisi pasar, memastikan kebijakan tersebut tetap relevan dan efektif. ‍
  • Sertakan klausul pengakhiran: Sertakan ketentuan dan syarat yang menjelaskan apa yang terjadi pada komisi jika perjanjian diakhiri, serta menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing pihak.
  • Gunakan templat perjanjian komisi: Pertimbangkan untuk menggunakan templat perjanjian komisi sebagai titik awal untuk memastikan semua detail penting tercakup, sehingga memastikan konsistensi dan kepatuhan hukum.

Apa itu format perjanjian komisi penjualan?

Perjanjian ini memastikan kejelasan dan mencegah kesalahpahaman antara pemberi kerja dan tenaga penjualan. Berikut adalah format perjanjian komisi penjualan standar:

1. Judul: "Perjanjian Komisi Penjualan" ‍

2. Pihak yang terlibat: Nyatakan dengan jelas nama dan alamat baik perusahaan maupun tenaga penjualan (atau kontraktor independen).

3. Tanggal berlaku: Tanggal ketika perjanjian menjadi berlaku dan dapat ditegakkan.

4. Wilayah penjualan/produk/jasa: Tentukan produk, jasa, atau wilayah yang menjadi tanggung jawab salesperson.

5. Struktur komisi:

  • Jelaskan cara perhitungan komisi (misalnya, persentase dari penjualan, struktur berjenjang, atau tarif tetap).
  • Sebutkan apakah komisi didasarkan pada penjualan bruto atau netto, dan jelaskan syarat-syarat atau bonus yang terkait dengan kinerja.

6. Ketentuan pembayaran: Tentukan cara dan waktu pembayaran komisi (misalnya, bulanan, triwulanan) serta apakah ada penundaan pembayaran hingga penjualan diselesaikan atau pendapatan diterima.

7. Potongan: Setiap potongan yang mungkin (misalnya, pengembalian dana, pengembalian barang, atau biaya) yang dapat mempengaruhi pembayaran komisi akhir.

8. Masa berlaku dan pengakhiran: Jelaskan masa berlaku perjanjian dan syarat-syarat untuk mengakhiri kontrak. Sertakan juga ketentuan mengenai komisi yang belum dibayarkan dalam hal pengakhiran kontrak.

9. Klausul eksklusivitas dan non-kompetisi (Opsional): Nyatakan apakah penjual dapat menjual produk atau layanan pesaing selama masa berlaku perjanjian.

10. Penyelesaian sengketa: Tentukan cara penyelesaian sengketa (misalnya, mediasi, arbitrase, atau tindakan hukum).

11. Kerahasiaan dan non-pengungkapan (Opsional): Sertakan ketentuan untuk melindungi informasi perusahaan atau data klien.

12. Tanda Tangan: Kedua belah pihak harus menandatangani dokumen tersebut untuk mengesahkan perjanjian.

Bagaimana cara menyusun perjanjian komisi penjualan?

Tulis perjanjian komisi penjualan dengan cara berikut:

1. Identifikasi pihak-pihak yang terlibat: Mulailah dengan mengidentifikasi secara jelas pemberi kerja dan perwakilan penjualan atau agen. Sertakan nama lengkap, peran, dan detail kontak mereka.

2. Tentukan struktur komisi: Jelaskan cara perhitungan komisi. Tentukan tingkat komisi, dan rincikan cara penentuan jumlah penjualan yang memenuhi syarat untuk komisi.

3. Rincian komisi yang diperoleh: Sertakan bagian yang menjelaskan kapan komisi dianggap telah diperoleh. Jelaskan jadwal pembayaran, termasuk cara dan waktu pembayaran komisi.

4. Sertakan klausul pengakhiran: Tentukan dengan jelas proses pengakhiran perjanjian. Jelaskan apa yang akan terjadi pada komisi yang belum dibayarkan jika perjanjian diakhiri.

5. Tangani informasi rahasia dan kerahasiaan: Sertakan klausul yang melindungi informasi rahasia yang dibagikan selama proses penjualan. Pastikan kewajiban kerahasiaan dinyatakan dengan jelas.

6. Ringkasan syarat dan ketentuan: Berikan gambaran lengkap mengenai syarat dan ketentuan perjanjian. Sertakan rincian mengenai tanggung jawab, kewajiban, dan hak kedua belah pihak.

7. Review dan finalisasi: Periksa perjanjian untuk memastikan semua detail yang diperlukan telah tercantum. Mintalah kedua belah pihak untuk menandatangani perjanjian agar memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Template Perjanjian Komisi Penjualan

Perjanjian ini dibuat pada tanggal [Tanggal] antara:

  • Perusahaan: [Nama Perusahaan], [Alamat]
  • Perwakilan Penjualan: [Nama Lengkap], [Alamat]

1. Ruang Lingkup

  • Produk/Layanan: [Daftar item]
  • Wilayah: [Wilayah]

2. Ketentuan Komisi

  • Tarif: [misalnya, 10% dari penjualan bersih]
  • Bonus: [Opsional]
  • Pembayaran: [misalnya, bulanan melalui transfer bank]
  • Syarat: Penjualan harus diselesaikan dan pendapatan harus diterima.

3. Penyesuaian

  • Pengembalian/Pengembalian Dana: Komisi mungkin akan dipotong.
  • Pengurangan Lainnya: [Tentukan]

4. Syarat & Pengakhiran

  • Durasi: [misalnya, 12 bulan]
  • Masa Pemberitahuan: [misalnya, 30 hari]
  • Komisi Pasca Pemutusan Hubungan Kerja: Dibayarkan jika diperoleh sebelum pemutusan hubungan kerja.

5. Kerahasiaan (Opsional)

Perwakilan penjualan setuju untuk menjaga kerahasiaan semua informasi perusahaan.

6. Tanda tangan

Perwakilan Perusahaan
Nama: __________________
Tanda Tangan: _______________
Tanggal: ___________________

Perwakilan Penjualan
Nama: __________________
Tanda Tangan: _______________
Tanggal: ___________________

Survei denyut nadi karyawan:

Ini adalah survei singkat yang dapat dikirim secara berkala untuk mengetahui pendapat karyawan Anda tentang suatu masalah dengan cepat. Survei ini terdiri dari lebih sedikit pertanyaan (tidak lebih dari 10) untuk mendapatkan informasi dengan cepat. Survei ini dapat diberikan secara berkala (bulanan/mingguan/triwulanan).

Pertemuan empat mata:

Mengadakan pertemuan berkala selama satu jam untuk mengobrol secara informal dengan setiap anggota tim adalah cara terbaik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Karena ini adalah percakapan yang aman dan pribadi, ini membantu Anda mendapatkan detail yang lebih baik tentang suatu masalah.

eNPS:

eNPS (skor Net Promoter karyawan) adalah salah satu cara yang paling sederhana namun efektif untuk menilai pendapat karyawan tentang perusahaan Anda. Ini mencakup satu pertanyaan menarik yang mengukur loyalitas. Contoh pertanyaan eNPS antara lain: Seberapa besar kemungkinan Anda akan merekomendasikan perusahaan kami kepada orang lain? Karyawan menjawab survei eNPS dengan skala 1-10, di mana 10 menunjukkan bahwa mereka 'sangat mungkin' merekomendasikan perusahaan dan 1 menunjukkan bahwa mereka 'sangat tidak mungkin' merekomendasikannya.

Berdasarkan jawaban yang diberikan, karyawan dapat ditempatkan dalam tiga kategori yang berbeda:

  • Promotor
    Karyawan yang memberikan tanggapan positif atau setuju.
  • Pengkritik
    Karyawan yang bereaksi negatif atau tidak setuju.
  • Pasif
    Karyawan yang bersikap netral dalam memberikan tanggapan.
Pelajari bagaimana Empuls dapat membantu organisasi Anda

Bergabunglah dengan lebih dari 5.000 bisnis yang sudah berkembang bersama Xoxoday.

Libatkan, berikan penghargaan, dan pertahankan orang-orang terbaik Anda.
Jadwalkan demo